29 October 2025

Saat Elon Musk “Kuasai” Langit Dengan 10.000 Satelit Starlink

Elon Musk, pemilik media sosial X sekaligus bos perusahaan eksplorasi luar angkasa SpaceX, kini “menguasai” langit dengan telah mengorbitkan total 10.000 satelit Starlink. Bumi kini dikelilingi dengan satelit internet milik Elon Musk. Untuk diketahui, Starlink merupakan anak perusahaan SpaceX milik Elon Musk yang menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit di orbit rendah bumi. Starlink diorbitkan lewat roket luar angkasa SpaceX.

Pada 20 Oktober kemarin, lewat akun X resmi perusahaan, SpaceX mengumumkan telah meluncurkan 56 satelit Starlink ke orbit rendah bumi dengan roket Falcon 9 yang lepas landas dari Florida dan California, dengan masing-masing roket membawa 28 satelit Starlink. Dengan tambahan 56 satelit itu, total satelit Starlink yang mengudara di orbit rendah bumi kini berjumlah 10.000 satelit. Elon Musk mulai menjalankan proyek internet berbasis satelit Starlink pada 2018. Sejak dimulai, jumlah satelit Starlink terus bertambah secara agresif.

Jumlah Satelit Starlink Terus Bertambah
Berdasarkan catatan kami, proyek ini dimulai pada 2018 dengan peluncuran dua satelit uji. Kemudian, pada 2019, jumlah satelit yang diorbitkan mengalami peningkatan signifikan dengan meluncurkan 60 satelit. Elon Musk tampaknya memiliki ambisi besar untuk memenuhi langit dengan satelit Starlink. Pada 2022, jumlah satelit Starlink yang mengorbit di orbit rendah bumi naik berkali-kali lipat dengan total 2.000 satelit.

Selanjutnya, pada 2024, bertepatan dengan masuknya layanan Starlink ke Indonesia, jumlah satelit yang mengorbit bertambah 3.000. Dengan kata lain, Musk punya 5.000 satelit Starlink yang mengudara di orbit rendah bumi. Pencapaian besar Musk dalam menambah jumlah satelit internet Starlink kembali dicatatkan pada tahun ini. Sejak tahun kemarin hingga sekarang, Musk berarti telah melipatgandakan jumlah satelit Starlink, dari 5.000 satelit menjadi 10.000 satelit. Dengan jumlah satelit yang dimiliki, Starlink mampu melayani pengguna di 150 negara. Di Indonesia, Starlink mulai beroperasi pada 2024. Secara global, jumlah pengguna Starlink diklaim sudah mencapai lebih dari tujuh juta pengguna, dikutip dari laman resmi Starlink.

Satelit Starlink “Menguasai” Langit
Dengan capaian jumlah satelit saat ini, Musk dengan proyek Starlink miliknya bisa dibilang sebagai “penguasa” langit. Starlink belum memiliki pesaing berat di industri internet satelit. Pesaing terdekatnya adalah Project Kuiper dari Amazon. Akan tetapi, Project Kuiper baru dimulai tahun ini dan direncanakan baru akan meluncurkan sekitar 3.000 satelit ke orbit bumi rendah. Langkah agresif Musk yang terus menambah jumlah satelit Starlink di orbit rendah bumi ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan ilmuwan dan lembaga antariksa. Satelit Starlink dinilai berpotensi meningkatkan jumlah sampah antariksa.

Tidak semua satelit yang telah diluncurkan SpaceX masih aktif. Dengan masa pakai sekitar lima tahun, sebagian satelit telah dinonaktifkan dan dilepaskan dari orbit secara terkendali agar terbakar di atmosfer Bumi. Saat ini, sekitar 8.600 satelit Starlink dilaporkan masih berada di orbit dan aktif mendukung layanan internet global perusahaan, sebagaimana dilansir dari Mashable. Kekhawatiran terkait jumlah sampah antariksa tidak menyurutkan Musk menambah jumlah satelit Starlink. Bahkan, ambisi Musk itu mendapat restu dari otoritas Amerika Serikat. Starlink telah mendapatkan izin dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS untuk meluncurkan hingga 12.000 satelit dan berencana menambah 30.000 lagi di masa depan. [Sumber : tekno.kompas.com]


28 October 2025

Qualcomm Mulai Produksi Chip AI, Tantang Bisnis AMD dan Nvidia

Perusahaan semikonduktor Qualcomm yang selama ini dikenal sebagai produsen chip mobile, merambah bisnisnya ke bisnis chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Upaya ini mengantarkan Qualcomm ke pasar data center yang selama ini didominasi oleh perusahaan semikonduktor lain yaitu Nvidia dan AMD. Menurut pengumuman Qualcomm, pihaknya akan memasuki pasar chip AI yang ditujukan untuk data center lewat dua produk, yakni chip AI200 dan AI250. Keduanya dirancang untuk inferensi penerapan AI, yaitu proses penerapan AI yang fokus menjalankan model AI sudah jadi, bukan melatihnya. Konsep ini agak berbeda dengan chip AI Nvidia seperti H100 yang ditujukan untuk pelatihan dan inferensi model AI. Chip AI Qualcomm itu dapat dikonfigurasi sebagai server dengan sistem pendingin liquid-cooled untuk data center skala besar.

Seperti chip Snapdragon, kedua chip AI itu dirancang di atas arsitektur pemrosesan AI Hexagon, sehingga dinilai efisien. Arsitektur ini diadopsi ke chip data center agar mampu menangani beban komputasi AI yang jauh lebih besar. Qualcomm sesumbar bahwa desain chip AI-nya yang efisien dapat membuat sistem skala rak server yang kompetitif dari aspek biaya, ketimbang produk serupa dari Nvidia atau AMD. "Idenya adalah untuk membuktikan terlebih dahulu dalam komputasi mobile dan edge, sebelum meningkatkan skalanya ke tingkat data center," kata Durga Malladi, General Manager bisnis data center dan edge Qualcomm.
"Arsitektur kami memungkinkan pelanggan untuk membeli sistem rak lengkap atau menggabungkan chip kami dengan desain mereka sendiri," lanjut Malladi. Struktur server Qualcomm yang ditenagai chip AI itu sendiri menyerupai platform berbasis HGX Nvidia atau Instinct dari AMD, di mana raknya berukuran besar dan menampung lusinan akselerator yang saling terhubung sebagai satu uni komputasi.

Setiap raknya mengonsumsi daya sekitar 160 kilowatt, setara dengan GPU dengan performa tinggi saat ini seperti dari Nvidia. Namun tidak dijelaskan berapa kapasitas NPU yang bisa ditampung dalam satu rak, hanya dijelaskan bahwa chip AI-nya bisa mendukung memori 768 gigabyte. Adapun chip AI200 dijadwalkan rilis pada tahun 2026, disusul kemudian oleh chip AI250 pada tahun 2027. Namun Qualcomm menolak merinci harga masing-masing produk barunya itu. Yang jelas, Qualcomm berkomitmen memperbarui produk barunya ini setiap tahun. Artinya, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat ini akan merilis chip AI baru setiap tahun, sebagaimana chip mobile untuk smartphone, dihimpun KompasTekno dari TechSpot. [Sumber : tekno.kompas.com]

Saat Elon Musk “Kuasai” Langit Dengan 10.000 Satelit Starlink

Elon Musk, pemilik media sosial X sekaligus bos perusahaan eksplorasi luar angkasa SpaceX, kini “menguasai” langit dengan telah mengorbitkan...